Jumat, 23 April 2010

MATERI AJAR

1. PETA TENTANG POLA DAN BENTUK-BENTUK MUKA BUMI
Peta adalah gambaran konvensional bentuk-bentuk permukaan bumi pada bidang datar dengan menggunakan skala dan simbol-simbol tertentu. Bentuk permukaan bumi terdiri dari daratan (seperti gunung, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi) dan perairan (seperti danau, sungai, laut) yang digambarkan pada peta dalam bentuk simbol-simbol tertentu.
Simbol yang digunakan untuk menggambarkan bentuk-bentuk muka bumi pada peta tersebut adalah:
a. Gunung, digambarkan dengan simbol segitiga ∆,simbol ▲ dengan warna merah berarti gunung masih aktif, simbol ▲ dengan warna hitam berarti gunung tidak aktif (mati).
b. Pegunungan, digambarkan dengan simbol warna coklat.
c. Dataran rendah, digambarkan dengan simbol warna hijau
d. Dataran tinggi, digambarkan dengan simbol warna kuning
e. Laut/Samudera, digambarkan dengan simbol warna biru (biru muda berarti dangkal, biru tua berarti dalam).
f. Sungai, digambarkan dengan simbol garis berkelok-kelok dan warna biru.
g. Danau, digambarkan dengan simbol area/luasan dengan warna biru.
h. Relief Muka Bumi, merupakan tinggi-rendahnya permukaan bumi di dalam peta umum digambarkan dengan garis kontur. Garis kontur adalah suatu garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.

Sedangkan di dalam peta tematik terdapat jenis-jenis garis kontur antara lain;
1) Isohiet yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama memiliki curah hujan yang sama.
2) Isobar yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama mempunyai tekanan udara yang sama
3) Isobath yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama mempunyai kedalaman yang sama
4) Isotherm yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama mempunyai suhu udara yang sama.


2. INTERPRETASI PETA
Interpretasi peta yaitu menafsirkan kemungkinan kenampakan-kenampakan atau simbol-simbol yang digambarkan pada peta sehingga dapat dipahami makna dan arti isi peta tersebut.
Syarat utama menginterpretasi peta yaitu:
a. Syarat subyektif, yaitu syarat yang harus dimiliki oleh si-pembaca peta, antara lain:
1) Berpengetahuan ilmu geografi
2) Berpengetahuan ilmu kartografi (perpetaan)
3) Berpandangan dan bersikap kritis
4) Berdaya imajinasi kuat dan benar
5) Terlatih secara teratur dalam menafsirkan peta.
b. Syarat obyektif, yaitu syarat yang harus ada pada peta yang akan dibaca sehingga si-pembaca dapat memperoleh informasi dengan benar, antara lain;
1) Peta harus terbaru dan benar artinya gambar peta sesuai dengan kenampakan keadaan sebenarnya.
2) Peta harus dibuat oleh Badan-badan yang berwenang/kompeten dan professional, yaitu: Direktorat Topografi Angkatan Darat (DITOP), Jawatan Hidrologi, Direktorat Geologi, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)
3) Unsur pembuatan peta harus benar antara lain; conform, equivalent, equidistant.
4) Unsur-unsur peta harus benar antara; judul, skala, legenda, teks, dan seterusnya.

3. DIAGRAM BENTUK MUKA BUMI DARATAN DAN LAUTAN
a. Bentuk-bentuk Muka Bumi Daratan











Keterangan:
A. Gunung, yaitu bagian permukaan bumi yang menjulang dan tempat keluarnya magma ke permukaan bumi.
B. Pegunungan, yaitu rangkaian beberapa gunung yang menjulang dan punya ketinggian yang berbeda-beda.
C. Lembah, yaitu sebuah sekungan yang memanjang dan biasanya terletak di antara dua bukit atau sawah yang tinggi.
D. Bukit, yaitu bagian permukaan bumi yang menonjol dengan ketinggian antara 200 meter – 500 meter
E. Perbukitan, yaitu rangkaian atau kumpulan dari bukit-bukit.
F. Dataran Tinggi (plato), yaitu daerah permukaan bumi yang datar dengan ketinggian lebih dari 200 meter.
G. Dataran Rendah (plain), yaitu daerah permukaan bumi yang datar dengan ketinggian lebih kurang 200 meter.
H. Pantai, yaitu daerah tepi laut yang merupakan perbatasan antara darat dan laut.

b. PATAHAN, yaitu patahan kulit bumi yang diakibatkan tenaga yang bekerja pada kulit bumi secara horizontal dan vertikal secara bersama-sama.
Contoh gambar patahan:





c. LIPATAN, yaitu mengerut atau melipatnya kulit bumi akibat dari gaya yang bekerja pada kulit bumi secara horizontal dan biasanya terjadi pada lapisan kulit bumi yang elastis.
Contoh gambar lipatan:








b. Bentuk-bentuk Muka Bumi Dasar Laut












Keterangan:
A. Paparan Benua (Shelf), adalah dasar laut yang dangkal, kedalaman tidak lebih dari 200 meter.
B. Lereng Benua (Continental Slope), adalah suatu lereng di dasar laut yang terletak antara paparan benua dan daerah laut dalam. Kedalaman Slope lebih dari 200 meter.
C. Palung Laut (Trog), yaitu dasar laut yang berupa lembah sempit, curam, dalam, dan memanjang di dasar laut, bentuknya seperti huruf V.
D. Gunung laut, yaitu gunung yang kakinya berada di dasar laut dan puncaknya muncul di atas permukaan air laut.
E. Basin (Lubuk Laut), adalah dasar laut yang bentuknya cekung seperti jambangan atau berbentuk seperti huruf U, memiliki tebing yang cukup curam dan dasar yang relatif datar.
F. Punggung Laut, yaitu pegunungan dasar laut yang puncaknya muncul ke permukaan air laut.
G. Ambang Laut, yaitu pegunungan dasar laut yang puncaknya belum mencapai ke permukaan air laut.
H. Pantai, yaitu wilayah pertemuan antara daratan dengan laut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar